Minggu, 27 November 2016

SHALAT QASHAR

Shalat Qashar adalah shalat fardu yang jumlah rakaatnya diringkas. Shalat fardu yang bisa diqashar adalah yang jumlah rakaatnya 4, yaitu waktu shalat zuhur, ashar, dan isya.

Faktor-faktor yang memperbolehkan seseorang untuk mengqashar shalatnya adalah sebagai berikut:
1. Apabila dalam suasana yang tidak aman
2. Sakit
3. Dalam perjalanan jauh. Orang yang melakukan perjalanan jauh disebut musafir

Syarat sah shalat qashar, yaitu:
1. Berniat untuk mengqashar shalat
2. Shalat yang diqashar adalah waktu shalat zuhur, ashar, dan isya
3. Dalam perjalanan jauh
4. Perjalanan yang dilakukan bukan untuk maksiat
5. Tidak bermakmum / menjadi imam (dilakukan sendiri)

Shalat Jamak Qashar adalah dua shalat fardu yang dikumpulkan dalam satu waktu dengan meringkas jumlah rakaatnya, baik dengan jamak taqdim maupun jamak takhir.

Faktor-faktor yang memperbolehkan seseorang untuk menjamak qasharkan shalatmya adalah sebagai berikut:
1. Dalam keadaan sakit
2. Dalam keadaan yang tidak aman
3. Dalam perjalanan jauh

Jumat, 25 November 2016

SHALAT JAMAK

Shalat Jamak adalah shalat yang dikumpulkan / dikerjakan dalam satu waktu. Shalat yang bisa di jamak adalah waktu shalat zuhur dengan shalat ashar dan waktu shalat maghrib dengan shalat isya.

Shalat jamak dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Jamak Taqdim, adalah dua shalat fardu yang dikumpulkan dan dikerjakan pada waktu yang awal. Misalnya waktu shalat zuhur dengan shalat ashar dikerjakan pada waktu shalat zuhur.
2. Jamak Takhir, adalah dua shalat fardu yang dikumpulkan dan dikerjakan pada waktu yang akhir. Misalnya waktu shalat zuhur dengan shalat ashar dikerjakan pada waktu shalat ashar.

Faktor-faktor yang memperbolehkan seseorang untuk menjamak shalatnya adalah sebagai berikut:
1. Berpergian jauh
2. Turun hujan
3. Sakit
4. Bagi jamaah haji yang berangkat dari Arafah ke Muzdalifah

Syarat sah shalat jamak, yaitu:
1. Niat untuk mengerjakan shalat jamak, baik jamak taqdim maupun jamak takhir
2, Dikerjakan secara berurutan
3. Antara shalat yang pertama dan shalat yang kedua tidak diselingi kegiatan apapun

Rabu, 23 November 2016

KUTIPAN SEDERHANA

"KESEDIHAN yang membuatmu dekat kepada Allah lebih baik, daripada KESENANGAN yang membuatmu jauh dari Allah"

"Jangan menjadi apa yang dia harapkan. Tetapi, jadilah seperti apa yang DIA inginkan."

"Jika Allah memberimu rezeki lebih, sesungguhnya Ia tidak sedang memintamu membeli lebih. Tetapi, Ia memberimu kesempatan untuk berbagi lebih."

"Saat kau pada kedudukan yang tinggi, ingat kejayaan kau itu Allah yang bantu. Ketika kau jatuh, ingatlah Allah senantiasa bersama kau untuk bangkit!"

"Salah satu nikmat dunia dari Allah adalah masih bisa bernafas dan menghirup udara pagi."

"Yakinlah ada sesuatu yang menantimu selepas banyak kesabaran yang kau jalani, yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit."

"Allah adalah sandaran yang takkan pernah mengecewakan."

"Segala yang terjadi pada diri, sungguh itu adalah cara bagaimana Allah menyayangi kita."

"Jika ada yang membicarakan kekuranganmu TERSENYUMLAH. Kekuranganmu saja bisa membuat mereka perhatian, apalagi kelebihanmu."

"Belajar menyalahkan diri sendiri. Karena menyalahkan orang lain tak perlu belajar."

"Barang siapa yang membiasakan diri membaca Istighfar, maka Allah akan membebaskan ia dari segala kesulitan yang sedang menimpa." (HR. Abu Daud)

"Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan memberi penggantinya yang lebih baik." (HR. Ahmad)


Semoga bisa menjadi motivasi untuk diri kita :)



Jumat, 18 November 2016

CARA AGAR BISA CEPAT DAN MUDAH MEMBACA AL-QURAN

5 cara agar bisa cepat dan mudah membaca Al-Quran dengan baik dan benar
1. Kuasai Huruf-Huruf Hijaiyah
Inilah awal untuk membaca Al-Quran. Oleh karena itu, penguasaan huruf hijaiyah dan cara melafalkannya sangat penting untuk menguasai dan mempercepat belajar membaca Al-Quran.

2. Kuasai Tanda Baca
Setelah paham dengan huruf hijaiyah, langkah selanjutnya adalah menguasai tanda baca. Misalnya,     kapan sebuah huruf harus berbunyi a, i, atau u.

3. Kuasai Isyarat Bacaan
Menguasai isyarat bacaan adalah mengetahui kapan sebuah huruf dibaca pendek, ditahan, atau             diayun (diberi irama). Karena Al-Quran itu indah dan mengandung unsur irama dan seni.
Rasulullah saw. pernah berpesan: 
"Perindahlah dan hiasilah bacaan Al-Quran kalian seindah mungkin dan semampu dan sebisa kalian untuk memperindah."

4. Menguasai Ilmu Tajwid
Menguasai ilmu tajwid dan hukum-hukum itu tidak sesulit yang dibayangkan. Semakin banyak           dipraktikkan, semakin cepat ilmu tajwid dikuasai. Bahkan, sekarang ini sudah ada Al-Quran               bertajwid sehingga semakin mempermudah pembacaan Al-Quran.

5. Jangan Takut Salah dalam Membaca Al-Quran
Banyak orang yang tidak mau belajar membaca Al-Quran karena takut salah. Padahal, dari                 kesalahan itulah seseorang jadi mengerti dan mendapatkan ilmu dari kesalahan tersebut. Kalaupun     salah saat belajar membaca Al-Quran, hal itu ternyata tidak dihitung dosa, tetapi berbuah pahala.
Rasullullah saw. bersabda:
"Barang siapa yang membaca Al-Quran, ia akan mendapatkan kebaikan, dan kebaikan itu berlipat sampai 10 kali kebajikan. Sungguh, aku tidak pernah mengatakan bahwa kalimat alif laam miim itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf."


Itulah 5 cara agar bisa cepat dan mudah membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Semoga bisa diikuti dengan baik dan bermanfaat ;)


Senin, 05 September 2016

FIQIH WANITA

MENUTUP AURAT DAN TEMPAT YANG DIANJURKAN BAGI WANITA KETIKA SHALAT

Wanita yang sudah baligh diwajibkan menutup seluruh badannya ketika shalat, kecuali wajah dan telapak tangannya. Apabila wanita shalat, namun ada yang tampak sedikit dari auratnya, seperti betis, kaki, atau sebagian kepalanya, maka shalatnya tidak sah.

Hal ini berdasarkan pada hadist berikut:
"Allah tidak menerima shalatnya wanita yang sudah haid (baligh), kecuali dengan khimar (penutup kepala/jilbab)." (HR. Ahmad)

Saat ini, banyak kita jumpai wanita yang shalat dengan mengenakan mukena yang tipis atau transparan, sehingga terlihat rambut panjangnya yang tergerai di balik mukena. Belum lagi pakaian yang dipakai dibalik mukena, terlihat tipis, tanpa lengan, pendek, dan ketat yang menggambarkan lekuk-lekuk tubuh. Pakaian tersebut tidak bisa dikatakan menutup aurat dan tidak boleh dipakai meskipun ketika kita shalat sendirian. Sebab pada hakikatnya, pakaian itu tidak cukup menutup aurat.

Ada beberapa syarat mengenai pakaian yang bisa digunakan ketika shalat. Diantaranya ialah:

  1. kulit tubuh tidak boleh terlihat,
  2. suci dan bersih dari najis,
  3. tidak membahayakan pemakainya.


Mengenai tempat untuk shalat, dianjurkan bagi wanita untuk shalat di dalam rumah daripada di masjid,
Hal ini berdasarkan pada hadist berikut:
"Shalat seorang wanita di rumahnya lebih utama baginya daripada shalatnya di pintu-pintu rumahnya, dan shalat seorang wanita di ruang kecil khusus untuknya lebih utama baginya daripada di bagian lain di rumahnya." (HR. Abu Dawud)


Semoga ada manfaatnya bagi kita semua ya!:) aamiin
-adindaoct