Sabtu, 03 Desember 2016

SEJARAH MASUKNYA ISLAM MELALUI PENDIDIKAN

Melalui Jalur Pendidikan / Pengajaran

Para pedagang dari Timur Tengah mengemban misi penyebaran agama Islam melalui pengajian, yaitu dengan membuka lembaga-lembaga pendidikan keagamaan yang selanjutnya dinamakan lembaga pendidikan pesantren. Perkembangan selanjutnya lembaga-lembaga pendidikan Islam atau organisasi keagamaan ini banyak ditemui di tanah air, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Persatuan Umat Islam (PUI), dan Persatuan Tarbiyah (Perti).

Melalui proses pengkaderan atau penggodokan itulah, muncul para ulama-ulama yang ahli dalama bidang agama islam. Para ulama yang telah memperoleh pendidikan tersebut, kemudian menyebarkan dan menjadi ujung tombak dalam ikut menyebarkan agama Islam. Semua kalangan menjadi garapannya, mulai kaum atas, hingga rakyat biasa.

Ajaran Nabi Muhammad SAW. Tentang “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat”, menjadi motivator para mubaligh Islam pada saat itu untuk semakin bersemangat menyempaikan ajaran Islam. Disetiap kesempatan para mubaligh menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat sekitar melalui pendidikan dan pengajaran dengan menggunakan mushala, rumah salah seorang warga, bahkan tempat terbuka seperti di bawah pohon rindang sebagai tempat untuk menyampaikan dakwahnya.


Jalur  ini  ditempuh  melalui  lembaga-lembaga  seperti pesantren  atau  pondok  serta  majelis-majelis  taklim  yang  diadakan  oleh  para  ulamadan  guru-guru  agama.  Para  santri  (murid)  yang  sudah selesai  dari  pesantren  ini kemudian  kembali  ke  kampungnya  masing-masing  untuk  mendakwahkan  Islamsehingga Islam menyebar di berbagai penjuru desa.Model  ini  juga  dilakukan  oleh  para  guru  tasauf  (sufi).  Dengan  disertai kemahiran dalam bidang magis (mistik), para sufi ini mudah menyebarkan Islam dikalangan masyarakat. Inilah yang dilakukan misalnya oleh Hamzah Fansuri di Acehdan  Sunan  Panggung  serta  Syeikh  Lemah  Abang  di  Jawa dalam  mendakwahkan Islam kepada para muridnya.