Sabtu, 03 Desember 2016

SEJARAH MASUKNYA ISLAM MELALUI JALUR HUBUNGAN SOSIAL

Melalui Jalur Hubungan Sosial / Perkawinan

Pada perkembangan berikutnya, struktur sosial ini dimanfaatkan oleh para ulama untuk menyebarkan ajaran Islam. Sebab jika raja-raja atau kaum bangsawan sudah lebih dulu masuk Islam, maka dengan sendirinya rakyatnya akan mengikuti jejak-jejak para bangsawan / raja tersebut. Dari kontak-kontak sosial ini, selanjutnya menyebar kepada yang lainnya, dimulai dari keluarga, kerabat, teman dekat, tetangga dan yang lainnya, sampai batas pulau sekalipun. dengan cara ini pula penyebaran Islam di Nusantara semakin efektif dan semakin bertambah pengikutnya.

Merekapun aktif dalam kegiatan sosial yang ada di lingkungan mereka tinggal, bahkan sebagain dari mereka ada yang menetap di lingkungan tersebut karena mereka menikah dengan penduduk setempat. Banyak hal yang dilakukan para mubaligh dalam kegiatan kemasyarakatan, merekapun mengajarkan tentang persamaan hak tidak ada perbedaan satu sama lainnya karena kemulaian manusia tidak ditentukan oleh kastanya kecuali karena ketaqwaannya kepada Allah. Islam mengajarkan agar umatnya saling membantu, yang kaya membantu yang miskin, yang kuat membantu yang lemah, dan sebagainya. Sehingga dengan ajarann ini menyebabkan Islam semakin mudah diterima masyarakat karena ajrannya sangat luhur.

Proses penyebaran Islam dapat terjadi karena di antara mereka ada yang melakukan perkawinan dengan masyarakat biasa maupun bangsawan yang terlebih dahulu di Islamkan dan setelah memiliki keturunan, lingkungan kaum muslim semakin luas. Dalam perkembangan berikutnya, karena ada wanita yang keturunan bangsawan yang dinikahi oleh pedagang itu, tentu saja mempercepat proses islamisasi.


Selain penyebaran Islam melalui perkawinan, ada juga melalui para pemimpin kerajaan. Setelah raja berkuasa masuk Islam, maka penyebaran selanjutnya menjadi lebih cepat antara lain karena pengaruh raja yang telah msuk Islam.